Selama Dikampung Halaman Bagian 3
Wednesday, June 17th, 2009 | Author: acenk

Malam ini kita istirahat di rumah orang tuaku setelah semalam istirahat di rumah Pak Lek di Kediri. Walaupun kecil namun tetap lebih nyaman tidur dirumah sendiri (rumah ortu sendiri-red). Terbukti aku dan istriku nyenyak tidurnya selain karena faktor kecapean.

Bangun pagi tentunya langsung mandi dong, setelah itu teh manis hangat buatan istri tercinta sudah siap untuk dinikmati. Hari ini agenda aku dan keluarga adalah ke makan kakek (bapaknya ayahku), lalu ke pantai Sendang Biru, dan di akhiri beli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman di Purwakarta nanti.

Setelah sarapan dengan menu tahu campur, perjalanan keliling-keliling dilanjutkan kembali. Masih dengan mobil Panther warna hijau gelap yang aku sewa kami langsung menuju daerah namanya Wonolopo yang berada di sebelah selatan kota Malang atau tepatnya masuk wilayah Kabupaten Malang. Tujuan kami ke Wonolopo adalah untuk berziarah ke makam kakek atau bapak dari ayahku. Perjalanan dari rumah ke Wonolopo ditempuh kurang lebih selama 1 jam. Sesampainya di area makam aku, ayahku, istriku, dan adikku langsung menuju makam dengan warna cat biru yang cukup terlihat dari pintu masuk area makam. Ritual selanjutnya adalah membersihkan makan dari rumput liar yang tumbuh disekitar makam dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Nah di saat pembacaan tahlil ini karena cuaca yang sangat panas dan mungkin juga kecapean istriku hampir pingsan. Agar tidak terjadi sesuatu maka aku langsung membopong istriku ke mobil. Alhamdulillah setelah beberapa saat di mobil istriku kembali sehat.

Selesai dari makam perjalanan selanjutnya adalah ke rumah saudara dari kakek yang kebetulan tinggalnya tidak jauh dari area makam kurang lebih 500 meter. Disana kami silaturahmi dan juga berbincang tentang keadaan masing-masing. Karena kami datang bertepatan dengan jam makan siang, maka tuan rumah menyiapkan makan siang dengan menu telor dadar dan sayur dari nangka muda. Wah udah lama nich ngga menyantap sayur nangka muda yang rasanya pedas.

Puas saling bertukar cerita, maka perjalanan selanjutnya adalah menuju pantai Sendang Biru yang ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam dari Wonolopo. Sesampainya di pantai Sendang Biru kami langsung menuju ke dermaga tempat para nelayan menurunkan hasil tangkapannya. Jadi di pantai Sendang Biru ini terdapat pelabuhan dan juga pelelangan ikan yang menjadi salah satu tempat untuk memenuhi kebutuhan ikan laut untuk warga Malang dan sekitarnya. Selain itu pantai Sendang Biru juga didepannya terdapat pulau Sempu yang menjadi pelindung pantai dari ombak. Sehingga waktu ada tsunami yang menghancurkan pantai yang ada di laut selatan Pulau Jawa (Samudra Hindia) pantai Sendang Biru lah yang aman dari kerusakan karena ada Pulau Sempu.

Di dermaga Pantai Sendang Biru kami bisa melihat deretan kapal yang sedang parkir setelah selesai membongkar muatan. Ada juga perahu-perahu yang sedang diperbaiki bahkan ada juga perahu yang sedang dibangun. Jika dilihat dari bentuk kapal yang bersandar di sekitar pelabuhan, maka tampak bahwa kapal-kapal tersebut tidak dari satu tempat namun dari beberapa tempat bahkan ada yang berasal dari luar pulau Jawa.

Dari pelabuhan pantai Sendang Biru, kami lanjutkan ke sisi lain dari pantai ini yang kebetulan ada beberapa orang yang menawarkan jasa untuk berkeliling pantai. Setelah berunding dengan keluarga akhirnya kita putuskan untuk berkeliling pantai dan menyeberang ke Pulau Sempu. Dengan tarif Rp. 100.000 kita bisa berkeliling pantai dan menyeberang ke Pulau Sempu. Sesampainya di Pulau Sempu seperti biasa kita bermain air dan bermain pasir (kayak anak kecil). Ditambah dengan adanya beberapa anak kepiting yang keluar masuk dari dalam pasir yang putih dan bersih.

Setelah puas bermain di Pulau Sempu, maka kami putuskan untuk kembali ke pantai Sendang Biru. Karena perut lapar maka kita putuskan untuk mencari ikan bakar ke warung-warung yang ada di sekitar pantai. Namun alangkah kecewanya sebab hampir semua warung stok ikannya. Wah ngga prof nich warung, kirain bisa tinggal pesan kayak di Jatiluhur. Dengan menahan lapar akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Malang. Karena menggunakan jalur lain karena alasan jalannya mulus maka kami melalui rute yang memutas sehingga jarak tempuh dari Pantai Sendang Biru ke Malang mencapai 2 jam perjalanan.

Sebelum ke kota Malang kita mampir ke Kepanjen untuk memenuhi hasrat aku dan istri yaitu menikmati menu Baso Duro. Berhubung kami harus menahan lapar sekitar 2 jam maka menu Baso Duro dilahap dengan cepat dan tanpa sisa. Ini adalah salah satu baso favoritku dan istriku tentunya. Sayang baso gorengnya udah abis karena kami datang sudah malam.

Kenyang dengan menu Baso Duro perjalanan dilanjutkan ke sentra keripik tempe di kota Malang yaitu jalan Sanan. Di jalan Sanan ini hampir semua rumah yang ada disana adalah pengerajin tempe dan keripik tempe. Namun bukan tempe saja namun aneka keripik buah juga banyak tersedia. Aku memutuskan belanja di toko Merak Mas yang kebetulan ada di ujung awal jalan sehingga tidak terlalu jauh jalannya. Aku dan istri belanja aneka keripik mulai dari keripik tempe, keripik nangka, kertipik nanas, keripik ubi, keripik belimbing, sampai keripik semangka.

Puas berbejalanja kami tertarik untuk mengunjungi acara yang sedang digelar di kota Malang yaitu Malang Tempo Doeloe, yaitu sebuah pameran yang menampilkan hal-hal yang berbau tempo doeloe. Tidak tanggung-tanggung jalan Ijen yang merupakan salah satu jalan protokol terpanjang di Malang digunakan sebagai lokasi pameran. Jadi kalok mau pengen melihat semua stan siap-siap kaki anda pegel-pegel. Namun karena sudah malam maka kami hanya melihat beberapa stan yang posisinya dekat dengan pintu masuk.

Kurang lebih 1 jam kami berada di area Malang Tempo Doeloe, selanjutnya kami putuskan untuk segera pulang untuk beristirahat. Sebab besok pagi aku dan istri harus segera pulang ke Malang dengan jadwal penerbangannya yaitu jam 08.00.

Makam kakek dari ayah

Berdoa di makam Kakek (bapaknya ayahku)

perahu1

Deretan perahu nelayan

perahu2

Perahu di dermaga Sendang Biru

mancing

Mancing di dermaga Sendang Biru

Foto berdua ditepi pantai Sedang Biru

Mesra di pantai Pulau Sempu

Foto berdua diatas karang

Mesra di atas karang

penjual gulali

Penjual gulali di Malang Tempo Doeloe

Di atas motor jadul di Malang Tempoe Doloe 2009

Motor jadul di Malang Tempoe Doeloe

Sepeda kumbang di Malang Tempoe Doloe 2009

Sepeda kumbang di Malang Tempo Doeloe

Category: Catatan Lepas