Akhirnya bisa juga nambahin isi blog seteleh 6 hari off karena ngga bisa akses internet selama di kampung halaman. Kampung halaman? Yup benar tepatnya dari tanggal 20 sampai dengan 24 Mei 2009 aku berada di kota kelahiranku yaitu kota Malang. Kok bisa ngga bisa akses internet? Ya mungkin itu pertanyaan yang muncul juga kenapa di kota yang lebih maju dari pada Purwakarta aku ngga bisa akses internet? Bukan karena ngga ada akses internet di kota kelahiranku, sebab disini warnet bertebaran dimana-mana dan pilihan provider juga banyak mulai dari yang GSM, CDMA, sampai 3G juga ada, namun masalahkan karena padatnya jadwal selama di Malang aku ngga sempet bisa buka komputer.
Awal perjalanan aku mulai dari berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi dengan membawa 1 buah tarvel bag dan 1 buah tas punggung yang berisi pakaian dan oleh-oleh buat keluarga di Malang. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit di tepi Jl. Veteran akhirnya bus Mayaraya lewat juga dan akhirnya aku bersama istri naik bus warna hijau itu. Harusnya sih aku naik bus Warga Baru karena rencananya akan turun di terminal Kampung Rambutan sedangkan bus Mayaraya yang jurusan ke Bogor cuman lewat UKI, namun dengan pertimbangan waktu akhirnya aku putuskan naik bus Mayaraya saja. Tarif naik bus dari Purwakarta ke UKI adalah sebesar Rp. 13.000/orang sehingga uang Rp. 50.000 yang aku berikan kepada kondektur bus dikasih kembalian Rp. 24.000.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya aku sampai juga di UKI – Jakarta dan aku berserta istri turun di daerah tempat ‘ngetem’ bus tersebut. Setelah menyalurkan HIV (hasrat ingin vivis) maka kendaraan yang aku gunakan selanjutnya adalah menggunakan taksi. Rencananya sih dari UKI mau naik bis lagi ke terminal Kampung Rambutan untuk selanjutnya naik bus ke arah Bandara Soekarno-Hatta. Namun karena melihat istri yang sedang hamil 5 bulan aku ngga tega untuk ngajain naik bus ke terminal Kampung Rambutan makanya aku putuskan naik taksi.
Setelah berjalan beberapa meter akhirnya ada taksi Blue Bird yang berhenti dan si supir taksi menawarkan kita untuk naik taksinya dan aku pun menganggun mendakan aku setuju naik taksi dia. Setelah melihat respons positif dariku si supir dengan cekatan mengabil travel bag aku untuk dimasukan kedalam bagasi. Setelah masuk kedalam taksi aku minta supir meluncur ke Bandara Soekarno-Hatta tepatnya di terminal 1B.
Perjalanan kurang lebih 1 jam aku tempuh untuk mencapai terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta dari UKI. Sesampainya diterimal 1B aku lihat argo taksi menunjukan angka 116.000 artinya aku itu angka yang harus aku bayar dan akhirnya aku keluarkan uang 1 lembar 100.000 dan 1 lembar 20.000. Setelah menerima uang dari aku supir mau memberikan kembalian namun aku tolak agar uang kembaliannya menjadi tips buat si supir.
Setelah turun dari taksi aku dan istri hunting tempat makan di terminal 1B karena dari pagi belum mengisi perut sehingga perut terasa lapar banget. Setelah keliling akhirnya kami memutuskan mengisi perut kita di restoran AW denga menu standart yaitu ayam goreng plus nasi putih dan orange jus. Ya walaupun tidak nendang buat perut aku tapi ngga papa lah buat ganjel sampai Malang nanti.
Setelah selesai makan jam menunjukan pukul 11.50 dan setelah selesai makan aku bersama istri menuju loket dari Sriwijaya Air untuk melakukan check in. Setelah check ini akhir aku dapat kursi nomor 14D dan 14E harusnya dapat 14F karena aku minta ke si mbak yang bagian check in tempat duduk deket cendela. Selesai check in aku menuju tempat tunggu dan masa-masa menjenuhkan aku mulai di tempat ini menunggu sekitar 2 jam lagi karena jadwal penerbanganku adalah jam 13.55. Waktu tunggu aku habiskan keliling ke toko-toko yang ada di ruang tungu dan juga foto-foto bareng istri (narsis mode on).
Waktu di jam yang ada di ruang tunggu menunjukan pukul 13.25 dan aku bersama istri bergegas menuju gate 7 yang tidak jauh dari ruang tunggu. Namun setelah memasuki ruang tunggu gate 7 perasaan kok ngga enak soalnya ada penumpukan penumpang dan akhirnya terjawab juga perasaan ngga enakku yaitu pesawat delay kurang lebih 1 jam. Wah…. harus nunggu lagi nich…… sebab kata staf Sriwijaya Air yang ada di gate 7 pesawat rencananya berangkat jam 15.00. Penantian tiada akhir bagiku………..
Setelah lontang-lantung ngga jelas di ruang tunggu gate 7 akhir tepat pukul 15.00 staf Sriwijaya Air mengumumkan bahwa seluruh penumpang jurusan Jakarta – Malang untuk naik ke pesawat. Akhirnya penantianku berakhir juga karena kemungkinan terburuk yaitu penerbangan dibatalkan sudah menghantui pikiranku. Namun syukurlah Sriwijaya tidak tega untuk membatalkan penerbangannya ke Malang sore itu. Naik ke dalam pesawat tempat duduk aku adalah di dekat cendela dengan posisi dekat dengan sayap pesawat. Jadi pemandangan diluar selain awan putih yang indah tentunya dengan kombinasi sayap pesawat
Setelah menempuk perjalanan sekitar 1 jam 10 menit akhirnya aku mendarat dengan selamat di Bandara Abdurahman Sales Malang walaupun dengan sedikit hardlanding. Waktu menunjukan pukul 16.15 aku sampai di ruang tunggu bandara untuk menunggu pengambilan barang. Bersyukur seluruh barang bawaanku ngga ada yang rusak bahkan hilang. Setelah mengambil barang aku menuju loket pemesanan taksi dan aku memesan 1 buah taksi menuju daerah Ngaglik dengan biaya Rp. 75.000,-. Taksi meluncur meninggalkan bandara ditemani hujan rintik-rintik.
Berhubung perut sudah ngga mau di ajak kompromi dan si dede dalam kandungan istri juga nendang-nendang maka aku minta ke supir taksi untuk mampir ke depot bakso Malang dan diputuskan kita ke depot Bakso Malang Mas Gun di daerah Kayu Tangan. Keistimewaan Bakso Gun adalah kita bisa self service untuk mengambil bakso dan ada kompor untuk menghangatkan kuah bakso.
Puas dengan porsi dari Bakso Gun perjalan selanjutnya adalah menuju rumah orang tua ku di daerah Ngaglik. Perjalanan dari Bakso Gun ke rumah ditempuh selama kurang lebih 10 menit. Akhirnya aku menginjakan kaki dengan selamat di rumah orang tuaku sekitar pukul 18.30.

Nikmatnya makan di AW Restaurant Bandara Soekarno-Hatta

Foto dulu sebelum menuju ruang tunggu

Narsis bareng diruang tunggu

Ini jadwal penerbangannya ya……

Betenya menunggu penerbangan yang delay

Inilah pesawat yang akan membawa kami menuju Malang

