Author Archive

Kelahiran Putri Pertama
Tuesday, October 06th, 2009 | Author: acenk

Alhamdulillah dengan segala rahmad dari Allah SWT karena telah diberikan kelancaran maka telah lahir dengan selamat putri pertama pada tanggal 3 Oktober 2009 pada jam 19.15 WIB dengan berat 3,15 Kg dan panjang 50 cm di Rumah Sakit Efarina Etaham Purwakarta. Selain bayinya yang selamat dan sehat, Alhamdulillah sang Ibu juga selamat dan sehat.

Setelah menimbang beberapa nama untuk sang buah hati, maka disepakati dengan istri nama yang diberikan adalah Alifah Irdina Putri Firmansyah yang artinya Alifah adalah ramah-tamah, Irdina adalah kehormatan, Putri adalah panggilan untuk perempuan yang cantik, dan Firmansyah adalah nama belakang Sang Ayah. Sehingga arti keselurahannya adalah putri yang ramah-tamah dan mampu menjadi tanda kehormatan bagi orang dan juga dirinya sendiri.

Alifah Irdina Putri Firmansyah

Alifah Irdina Putri Firmansyah

Alifah Irdina Putri Firmansyah

Category: Catatan Lepas  | 2 Comments
Tempat Makan Rekomendasi di Purwakarta
Friday, August 21st, 2009 | Author: acenk

Salah satu hobi aku adalah makan, terutama mencoba tempat makan baru. Nah karena tinggal di Purwakarta, maka berikut beberapa tempat makan yang aku rekomendasikan untuk di coba. Rekomendasi disini berdasar lidahku ya, jadi cocok dengan aku belum tentu cocok dengan Anda. Tapi sangat layak untuk dicoba jika Anda suka wisata kuliner.

Bakmi Jawa
Lokasi tempat makan ini adalah di dekat Karaoke Reina di Jl. Veteran deket Perum Oesman. Menu khas dari tempat ini adalah bakmi jawa godog (rebus), ada juga yang goreng. Selain itu juga ada nasi goreng dan bihun goreng, tapi yang di rekomendasi untuk di coba adalah bakmi rebus dan wedang ronde.

Kangen Raos
Lokasinya ngga jauh dari Bakmi Jawa, tepatnya di depan Kantor CPM di Jalan Veteran. Menu favorit di tempat ini adalah bebek goreng kremes. Tapi hati-hati dengan sambelnya yang enak tapi pedes banget.

Sefood Asam Manis
Ngga tau deh nama warung seafood satu ini, lokasinya sih deket dengan SMP 7 Purwakarta nama jalannya sih lupa. Menu yang aku suka adalah segala olahan dengan bumbu asam manis, rasanya beda banget dengan warung seafood lainnya. Terutama ikan kerapu asam manisnya layak untuk di coba.

Warung Surabaya
Sesuai dengan namanya, menu di warung ini adalah khas Jawa Timur. Lokasinya di Jl. Basuk Rahmat dekat dengan Universitas Purwakarta. Menu yang aku suka disini adalah rawon, karena menu ini yang bisa mengobati kerinduan akan kampung halaman.

Warung Kondang Raos
Lokasinya di Perum Oesman, bukanya dari jam 4 sore sampe malem. Lokasi di depan kantor leasing mobil (lupa namanya). Yang khas dari warung ini adalah gudeg dan soto kudus, tapi yang cocok dilidahku sih soto kudusnya.

Warung Bu Ani
Kalok warung ini sudah pasti orang Purwakarta tahu, lokasinya di daerah Cilegong arah ke Jatiluhur. Yang khas di warung ini adalah aneka pepes yang sudah terkenal hampir diseluruh Purwakarta bahkan Jawa Barat.

Warung Sajolna
Lokasi warung ini adalah di daerah Parcom dekat dengan jembatan arah Jatiluhur. Khas dari warung ini adalah ayam goreng dengan daging yang lunak banget ditambah sambel ijonya.

Juice 88
Jika Anda berdomisili di kota besar mungkin dah kenal dengan tempat makan ini. Di Purwakarta lokasinya di Pelangi Plaza Purwakarta deket dengan Giant. Khas di tempat ini adalah anek juice yang buahnya bener-bener asli ngga pake campuran air. Tapi yang aku suka adalah sop buntut gorengnya dan layak untuk di coba. Cuman kalok makan di tempat ini harus siap dengan dana ekstra dibanding makan di tempat lain.

Warung Mang Yadi
Lokasinya di kawasan wisata danau Jatiluhur. Menu andalannya adalah aneka ikan bakar. Namun yang membedakan dengan warung ikan bakar lain di Jatiluhur adalah kombinasi bumbunya antara jahe dan bumbu-bumbu lain sehingga menghadirkan sensasi pedas yang nikmat.

Siomay 88
Warung kecil depan BTN ini menu utamanya adalah siomay, tentunya dengan teman-temannya seperti tahu, telor, kentang, paria. Rasa ikan dari siomaynya sangat terasa. Makanya waktu acara nikahanku aku pesen siomay ditempat ini

Soto Blangkon
Lokasi di Jl. RE. Martadinata (depan delaer Yamaha). Sesuai dengan namanya menu utamanya adalah soto khas Lamongan. Karena aku orang Jawa Timur maka langsung cocok dengan masakannya, apalagi yang jualan asli Lamongan – Jawa Timur juga.

Sate Maranggi Deket Penjara
Lokasinya deket alun-alun Purwakarta, tepatnya deket dengan penjara. Warungnya kecil banget, tapi bumbu sate marangginya yang khas membuat nikmat makan ditempat ini.

Cafe Aufa
Lokasi di area food court Mall STS tempat di lantai 4. Ada beberapa menu di tempat ini, namun yang layak di coba adalah steak, steamboot, dan sop ikannya. Untuk steak menurut aku ini adalah tempat yang menyediakan steak yang seharusnya dan belum ada di Purwakarta tempat yang menyajikan steak dengan benar.

Warung Pasawahan
Nama aslinya aku sih lupa, cuman aku nyebutnya Warung Pasawahan karena lokasinya di Pasawahan dan tepat di depan Kantor Kecamatan Pasawahan. Warung ini menyediakan menu khas Sunda, namun sebagai menu unggulan adalah ikan siram bumbu kunir. Jadi menu ini adalah ikan nila yang digoreng kering lalu di siram dengan bumbu kunir.

Category: Catatan Lepas  | One Comment
Sudah Mau Masuk Delapan Bulan
Friday, August 21st, 2009 | Author: acenk

Sungguh tak terasa waktu berjalan, hari demi hari aku lalui. Sampai juga waktu delapan bulan masa kehamilan istriku tercinta. Tepatnya minggu depan kehamilan istriku menginjang bulan ke delapan dan 1 bulan lagi Insya Allah aku resmi jadi ayah. Masa-masa yang mendebarkan… sebentar lagi aku menjadi ayah…..

Dari hasil usg terakhir saat kehamilan istri menginjak 7 bulan kata dokter yang memeriksa kemungkinan jenis kelamin calon anakku adalah perempuan. Walaupun kemungkinan bisa berubah jenis kelaminnya saat kelahiran nanti, namun tetap harus bersyukur dengan anugrah yang tak ternilai ini. Namun yang terpenting adalah saat kelahiran nanti sang bayi sehat dan sang ibu juga sehat. Amin………

Category: Catatan Lepas  | One Comment
Kemampuan dan Tampilan
Tuesday, July 14th, 2009 | Author: acenk

Wah…. Sudah lama banget nich ngga nulis blog. Penyakit lama kambuh lagi, mood dalam menulis sempet menghilang. Pas dapat mood pas kerjaan banyak banget huh…. Ngga papa lah dari pada ngga nulis blog sama sekali ya telat dikit ngga papa khan.

Dalam minggu ini aku ada acara pameran di Purwakarta, acaranya sih seperti tiap tahun di adakan di Purwakarta dalam rangka memperingati ulang tahun Kabupaten Purwakarta. Dalam acara ini aku berbagi stan dengan head company buat ngirit biaya. Jadi biaya sewa stan bisa dibagi dua. Setiap acara pameran hal selalu membuat aku pusing adalah urusan mencari SPG, sebab pengalaman yang sudah-sudah mencari SPG yang paham betul mengenai dunia komputer dan internet cukup susah di Purwakarta. Kalok yang tampilannya enak dilihat sih udah banyak di Purwakarta, tapi buat SPG bukan itu aja khan yang dicari.

Awalnya ada kandidat yang mau dan aku cocok dengan kemampuan penjualan dia dan juga tampilannya yang jelas. Namun pada detik-detik terakhir di konfirmasi ngga bisa ikutan karena ada job yang lebih menjanjikan di Bali. Bener-bener kalang-kabut jadinya. Maka aku kontak semua temen-temen yang punya kenalan SPG, dan akhirnya aku punya 2 kandidat pada detik-detik terakhir.

Kandidat pertama aku dapatkan dari surat lamaran yang ada di HRD Cabang, lalu aku telepon dan suaranya childist banget, ya sempet goyang juga penilaian, namun aku coba undang ke kantor dulu sapa tau cuman perasaan aku. Ternyata penilaianku saat di telpon bener juga, karena aku menilai anak ini terlalu manja baik cara berbicara maupun cara bersikap. Benar-benar ngga gue banget deh, soalnya aku pengen tipe cewek yang tampak tidak manja.

Rekan satu kantor mereferensikan temannya untuk jadi SPG dan dia adalah kandidat kedua. Sekilas melihat tampilannya aku cocok, sebab cara berbicara dan cara bersikap tidak manja kayak kandidat kedua. Maka aku langsung memilih dia, karena sudah detik-detik terkhir dan besok sudah acara pameran. Walaupun keputusanku itu cukup beresiko karena aku ngga tau kualitas jualannya. Namun dalam waktu yang krusial ini memang insting banyak berbicara.

Saat dilapangan ke khawatiranku ternyata terbukti juga. Secara kemampuan berbicara dan menjelaskan SPG aku lumayan, namun yang kurang adalah kemampuannya untuk fight mendapatkan pelanggan. Selain itu juga mungkin merasa barang yang dijual agak susah dijualnya semangat untuk fight jualan jadi turun-naik. Makanya aku harus sering-sering mengingatkan dia untuk fokus pada pekerjaannya.

Namun disini aku belajar bahwa untuk bahwa penampilan dengan kemampuan terutama kemampuan jualan tidak sama. Sering terjadi penampilannya bagus baget namun kempuan jualannya payah, tipe seperti ini cocoknya sebagai SPG otomotif karena sebagai pemanis barang yang dipajang. Ada juga tipe yang kurang menarik tapi kemampuan penjualannya bagus sekali, tipe ini bagus sebagai Account Executive tapi kalok di pameran apalagi pameran yang sifatnya umum susah untuk menggaet pengunjung untuk datang ke stan kita. Idealnya penampilannya bagus dan kemapuan jualnya juga bagus, nah tipe ini susah banget di cari ada juga tarifnya tentunya lebih mahal dari pada tarif pasaran SPG yang lain. Sebagai info pasaran SPG di Purwakarta untuk standar antara Rp. 75.000 – Rp. 100.000 per hari, namun yang bagus bisa mencapai Rp. 150.000 per hari. Tapi buat aku asal penjualannya bagus tarif segitu ngga ada masalah, sebab ada harga ada kwalitas khan.

Sudah Enam Bulan
Thursday, July 02nd, 2009 | Author: acenk

Sungguh tak terasa waktu berjalan, perasaan baru kemarin aku nikah ternyata semakin dekat juga aku menjadi seorang Bapak. Tanggal 28 Juni 2009 kemarin menurut pehitungan dokter usia kehamilan istriku sudah masuk ke 6 bulan. Kemarin aku lakukan cek rutin tiap bulan, untuk bulan ini aku milih ke bidan, awalnya mau ke dokter yang ada di Klinik Aqma sebab klinik tersebut salah satu provider dari asuransi yang aku pake dan juga istri jadi ngga perlu keluar duit kalok di provider. Namun karena dokternya sedang ada tindakan maka dokter kandungannya ngga praktek hari itu, makanya karena udah terlanjur keluar ya langsung banting stir ke bidan langganan yaitu Bidan Betty di RSIA Asri.

Aku lebih seneng ke Bidan Betty sebab beliau cukup informatif jad hal-hal yang terkait dengan kehamilan beliau jelaskan, sehingga buat pasangan baru seperti aku dan istri sangat bermanfaat. Beda banget dengan Dokter Purwanto yang kebetulan praktek dilokasi yang sama dengan Bidan Betty, kalok Dokter Purwanto ngga banyak bicara kalok kitanya ngga aktif bertanya.

Setelah menunggu giliran kurang lebih 1 jam, maka aku  dan istri masuk urutan untuk konsultasi dengan bidan. Dari hasil pemeriksaan oleh bidan kehamilan istriku dinyatakan sehat dan posisi bayi sudah sesuai dengan bulan kehamilannya. Syukur alhamdulillah kalok semuanya baik-baik saja. Semoga sehat sampai waktu kelahirannya ya dek…. :)

Category: Catatan Lepas  | 2 Comments
Learning Than Doing
Thursday, June 25th, 2009 | Author: acenk

Anda mungkin pernah mendengar istilah learning by doing atau kalok dibahasa Indonesia kan belajar sambil melakukan. Jadi istilah tersebut meminta Anda untuk mengerjakan sesuai sambil mempelajarinya namun tentunya jika menurut saya kita harus didampingi oleh yang sudah berpengalaman mengerjakan hal tersebut.

Nah bagaimana jika Anda berhadapan dengan sebuah hal yang sebelumnya sama sekali belum pernah Anda lakukan namun Anda harus melakukannya tanpa ada seorang pun yang mengajari Anda. Dalam hal ini Anda bisa juga menggunakan istilah try-error atau mencoba-coba dan belajar dari setiap kesalahan yang Anda dapatkan saat proses mencoba tersebut. Namun hal tersebut tidak perlu Anda lakukan jika sudah ada buku petunjuk untuk hal yang akan Anda lakukan tersebut. Nah jika Anda sudah memiliki buku petunjuk untuk melakukan sebuah hal maka istilah yang tepat menurut saya adalah learning than doing atau pelajari kemudian kerjakan.

Namun dalam realitanya sering kita menjumpai istilahnya adalah asking than doing atau asking and please do it walaupun sebernarnya sudah ada buku petunjuk untuk melakukan hal tersebut. Hal ini hampir setiap hari saya temukan karena kebetulan saya juga menjadi bagian dari pelayanan pelanggan di perusahaan saya, dimana sering saya temukan pelanggan menanyakan cara melakukan koneksi menggunakan sebuah modem padahal dalam paket penjualannya sudah dijelaskan langkah-langkah instalasi sampai dengan parameter untuk koneksi. Namun tetap saja pelanggan lebih enak nanya dan meminta saya untuk men-setting perangkatnya sehingga dia tinggal menggunakan. Belum lagi hal-hal lain seperti cara mengisi ulang padahal dalam ada petunjuknya dalam paket penjualan.

Dari contoh kasus diatas maka saya menjadi berpikir, memang orang-orang tersebut tidak bisa baca atau males baca. Tapi yang jelas adalah alasan kedua yaitu males baca dan ingin terima beres. Sebenarnya hal tersebut tidak masalah karena penyelenggara layanan memang harus menyediakan dukungan terhadap permasalahan pelanggan, namun disisi lain semangat untuk selalu malas dan ingin terima selesai semua urusan. Padahal dengan kita tahu dengan cara kita sendiri sebuah langkah-langkah proses maka memudahkan kita dalam melakukan tindakan jika terjadi masalah. Selain mendapatkan ilmu baru tentunya, apalagi jika ilmu yang didapatkan itu kita dapatkan sendiri dengan kerja keras kita sendiri maka akan lebih lama tersimpan dalam memori kita. Berbeda dengan ilmu yang kita dapatkan dari pemberitahuan seseorang.

Keep learning

Category: Catatan Lepas  | 2 Comments
Penipuan Model Baru
Friday, June 19th, 2009 | Author: acenk

Mungkin dari Anda sudah sering mendengar bahkan menjadi korban dari penipuan melalui SMS. Penipuan melalui SMS yang sering kita dengar bahkan mungkin sering Anda terima adalah menginformasikan bahwa Anda memenangkan sejumlah uang atau barang yang nilainya luar biasa dan Anda diminta untuk menghubungi sebuah nomor telepon. Jika Anda menghubungi nomor telepon tersebut maka Anda akan di arahkan ke mesin ATM untuk mentransfer dana ke rekening para penipu dengan alasan sebagai pajak hadiah.

Nah tadi malam sekitar jam 10 malem aku dapat SMS yang isinya saya mendapatkan 1 pesan suara dari nomor hp 085656673493 dan untuk mendengarkan pesan tersebut aku harus mengetik TP 085656673493 11123 lalu kirim ke nomor 151. Nah yang menjadi pertanyaanku untuk mendengarkan pesan suara khan kita menghubungi sebuah sort number (aku lupa nomornya) lalu disana ada informasi bahwa kita mempunyai berapa pesan suara dan kita bisa mendengarkan pesan suara tersebut.

Perintah TP dalam produk Indosat adalah singkatan dari Transfer Pulsa sehingga perintah diatas adalah meminta kita untuk melakukan transfer pulsa sebesar Rp. 11.123 ke nomor 085656673493. Wah bener ini penipuan model baru nich, ya walaupun ngga baru-baru amat sih soalnya sebelumnya saya juga pernah dapat sms seperti ini. Walaupun nilai yang diminta ngga besar namun cara yang lakukan sungguh sangat tidak sopan karena memanipulasi informasi untuk kepentingan pribadi. Huh…!

Category: Catatan Lepas  | One Comment
Selama Dikampung Halaman Bagian 3
Wednesday, June 17th, 2009 | Author: acenk

Malam ini kita istirahat di rumah orang tuaku setelah semalam istirahat di rumah Pak Lek di Kediri. Walaupun kecil namun tetap lebih nyaman tidur dirumah sendiri (rumah ortu sendiri-red). Terbukti aku dan istriku nyenyak tidurnya selain karena faktor kecapean.

Bangun pagi tentunya langsung mandi dong, setelah itu teh manis hangat buatan istri tercinta sudah siap untuk dinikmati. Hari ini agenda aku dan keluarga adalah ke makan kakek (bapaknya ayahku), lalu ke pantai Sendang Biru, dan di akhiri beli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman di Purwakarta nanti.

Setelah sarapan dengan menu tahu campur, perjalanan keliling-keliling dilanjutkan kembali. Masih dengan mobil Panther warna hijau gelap yang aku sewa kami langsung menuju daerah namanya Wonolopo yang berada di sebelah selatan kota Malang atau tepatnya masuk wilayah Kabupaten Malang. Tujuan kami ke Wonolopo adalah untuk berziarah ke makam kakek atau bapak dari ayahku. Perjalanan dari rumah ke Wonolopo ditempuh kurang lebih selama 1 jam. Sesampainya di area makam aku, ayahku, istriku, dan adikku langsung menuju makam dengan warna cat biru yang cukup terlihat dari pintu masuk area makam. Ritual selanjutnya adalah membersihkan makan dari rumput liar yang tumbuh disekitar makam dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Nah di saat pembacaan tahlil ini karena cuaca yang sangat panas dan mungkin juga kecapean istriku hampir pingsan. Agar tidak terjadi sesuatu maka aku langsung membopong istriku ke mobil. Alhamdulillah setelah beberapa saat di mobil istriku kembali sehat.

Selesai dari makam perjalanan selanjutnya adalah ke rumah saudara dari kakek yang kebetulan tinggalnya tidak jauh dari area makam kurang lebih 500 meter. Disana kami silaturahmi dan juga berbincang tentang keadaan masing-masing. Karena kami datang bertepatan dengan jam makan siang, maka tuan rumah menyiapkan makan siang dengan menu telor dadar dan sayur dari nangka muda. Wah udah lama nich ngga menyantap sayur nangka muda yang rasanya pedas.

Puas saling bertukar cerita, maka perjalanan selanjutnya adalah menuju pantai Sendang Biru yang ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam dari Wonolopo. Sesampainya di pantai Sendang Biru kami langsung menuju ke dermaga tempat para nelayan menurunkan hasil tangkapannya. Jadi di pantai Sendang Biru ini terdapat pelabuhan dan juga pelelangan ikan yang menjadi salah satu tempat untuk memenuhi kebutuhan ikan laut untuk warga Malang dan sekitarnya. Selain itu pantai Sendang Biru juga didepannya terdapat pulau Sempu yang menjadi pelindung pantai dari ombak. Sehingga waktu ada tsunami yang menghancurkan pantai yang ada di laut selatan Pulau Jawa (Samudra Hindia) pantai Sendang Biru lah yang aman dari kerusakan karena ada Pulau Sempu.

Di dermaga Pantai Sendang Biru kami bisa melihat deretan kapal yang sedang parkir setelah selesai membongkar muatan. Ada juga perahu-perahu yang sedang diperbaiki bahkan ada juga perahu yang sedang dibangun. Jika dilihat dari bentuk kapal yang bersandar di sekitar pelabuhan, maka tampak bahwa kapal-kapal tersebut tidak dari satu tempat namun dari beberapa tempat bahkan ada yang berasal dari luar pulau Jawa.

Dari pelabuhan pantai Sendang Biru, kami lanjutkan ke sisi lain dari pantai ini yang kebetulan ada beberapa orang yang menawarkan jasa untuk berkeliling pantai. Setelah berunding dengan keluarga akhirnya kita putuskan untuk berkeliling pantai dan menyeberang ke Pulau Sempu. Dengan tarif Rp. 100.000 kita bisa berkeliling pantai dan menyeberang ke Pulau Sempu. Sesampainya di Pulau Sempu seperti biasa kita bermain air dan bermain pasir (kayak anak kecil). Ditambah dengan adanya beberapa anak kepiting yang keluar masuk dari dalam pasir yang putih dan bersih.

Setelah puas bermain di Pulau Sempu, maka kami putuskan untuk kembali ke pantai Sendang Biru. Karena perut lapar maka kita putuskan untuk mencari ikan bakar ke warung-warung yang ada di sekitar pantai. Namun alangkah kecewanya sebab hampir semua warung stok ikannya. Wah ngga prof nich warung, kirain bisa tinggal pesan kayak di Jatiluhur. Dengan menahan lapar akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Malang. Karena menggunakan jalur lain karena alasan jalannya mulus maka kami melalui rute yang memutas sehingga jarak tempuh dari Pantai Sendang Biru ke Malang mencapai 2 jam perjalanan.

Sebelum ke kota Malang kita mampir ke Kepanjen untuk memenuhi hasrat aku dan istri yaitu menikmati menu Baso Duro. Berhubung kami harus menahan lapar sekitar 2 jam maka menu Baso Duro dilahap dengan cepat dan tanpa sisa. Ini adalah salah satu baso favoritku dan istriku tentunya. Sayang baso gorengnya udah abis karena kami datang sudah malam.

Kenyang dengan menu Baso Duro perjalanan dilanjutkan ke sentra keripik tempe di kota Malang yaitu jalan Sanan. Di jalan Sanan ini hampir semua rumah yang ada disana adalah pengerajin tempe dan keripik tempe. Namun bukan tempe saja namun aneka keripik buah juga banyak tersedia. Aku memutuskan belanja di toko Merak Mas yang kebetulan ada di ujung awal jalan sehingga tidak terlalu jauh jalannya. Aku dan istri belanja aneka keripik mulai dari keripik tempe, keripik nangka, kertipik nanas, keripik ubi, keripik belimbing, sampai keripik semangka.

Puas berbejalanja kami tertarik untuk mengunjungi acara yang sedang digelar di kota Malang yaitu Malang Tempo Doeloe, yaitu sebuah pameran yang menampilkan hal-hal yang berbau tempo doeloe. Tidak tanggung-tanggung jalan Ijen yang merupakan salah satu jalan protokol terpanjang di Malang digunakan sebagai lokasi pameran. Jadi kalok mau pengen melihat semua stan siap-siap kaki anda pegel-pegel. Namun karena sudah malam maka kami hanya melihat beberapa stan yang posisinya dekat dengan pintu masuk.

Kurang lebih 1 jam kami berada di area Malang Tempo Doeloe, selanjutnya kami putuskan untuk segera pulang untuk beristirahat. Sebab besok pagi aku dan istri harus segera pulang ke Malang dengan jadwal penerbangannya yaitu jam 08.00.

Makam kakek dari ayah

Berdoa di makam Kakek (bapaknya ayahku)

perahu1

Deretan perahu nelayan

perahu2

Perahu di dermaga Sendang Biru

mancing

Mancing di dermaga Sendang Biru

Foto berdua ditepi pantai Sedang Biru

Mesra di pantai Pulau Sempu

Foto berdua diatas karang

Mesra di atas karang

penjual gulali

Penjual gulali di Malang Tempo Doeloe

Di atas motor jadul di Malang Tempoe Doloe 2009

Motor jadul di Malang Tempoe Doeloe

Sepeda kumbang di Malang Tempoe Doloe 2009

Sepeda kumbang di Malang Tempo Doeloe

Selama Dikampung Halaman Bagian 2
Wednesday, June 17th, 2009 | Author: acenk

Setelah beristirahat semalam di rumah Pak Lek di Kediri, keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan kembali ke Malang. Karena hari itu adalah hari Jum’at sehingga Pak Lek dan Bu Lek haru ngantor, sehingga kami harus menunggu salah satunya pulang sebelum kami pamit. Setelah menunggu akhir Pak Lek pulang dulu sehingga kita pamitan ke Pak Lek saja karena kalok nunggu Bu Lek pasti lama. Sebelum kami pamit disempatkan dulu untuk foto bareng dulu tentunya buat kenang-kenangan donk. Sesi foto bersama selesai maka selanjutnya adalah melanjutkan perjalanan ke Malang melalui Batu.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya kami sampai juga di Kota Batu. Kami mampir dulu ke salah satu objek wisata yang menjadi kebanggaan kota Batu yaitu Jawa Timur Park (Jatim Park). Jatim Park adalah sebuah taman yang merupakan miniatur dari Jawa Timur, konsepnya mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta. Di Jatim Park selain kita mendapat suguhan hal-hal yang berkaitan dengan budaya, namun juga kita mendapatkan hal-hal yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan juga hiburan. Sebab untuk sarana hiburan di Jatim Park juga tersedia wahana-wahana permainan seperti go-kart, bom-bom car, columbus, rumah hantu, dan rollcoster. Selain itu juga ada mini zoo atau kebun binatang mini yang terdiri dari reptilia, burung, dan juga aneka ragam tanaman. Pengunjung pun diarahkan ke lokasi cindramata dan juga oleh-oleh makanan sebelum menginjakan kaki ke pintu keluar.

Setelah seharian penuh bermain-main di Jatim Park, maka sekitar pukul 16.00 kami memutuskan untuk keluar dari area Jatim Park dan tujuan selanjutnya adalah mengisi perut. Tempat makan selanjutnya adalah warung dengan menu khasnya adalah sate kelinci. Alasanku memilih tempat ini sebab setiap pergi ke Batu selalu terlihat pengunjung tempat makan ini selalu ramai, makanya pas ada waktu ke Batu aku sempetin makan di tempat ini. Ternyata tidak mengecewakan rasa sate kelinci dan juga rasa kelinci goreng di tempat ini.

Dengan berakhirnya cacing-cacing diperut berujuk rasa, maka kita siap melanjutkan perjalanan ke rumah Pak Lek yang ada di Singosari. Perjalanan dari Batu ke Singosari kurang lebih memakan waktu 1 jam. Sesampainya di rumah Pak Lek kita disambut seluruh keluarganya Pak Lek.  Kebetulan Pak Lek baru saja mendapatkan cucu pertamanya yang lahir kurang lebih 1 bulan sebelumnya. Dirumah Pak Lek ini kami melakukan silaturahmi karena aku dan istri berada jauh dari Jawa Timur sehingga jarang beranjangsana.

Kurang lebih kami berada di rumah Pak Lek selama 2 jam dan karena esok hari masih ada perjalanan lagi maka kami pun pamit pulang untuk istirahat. Cerita selanjutnya ada di bagian 3 ya….

foto bareng

Foto bareng sebelum pamit (Pak Lek, Aku, Istriku, Resti (adekku), Mamik, Ayahku)

Pintu masuk Jatim Park

Sebelum masuk foto dulu donk

foto bareng topeng

Diantara topeng-topeng

cucu pak lek

Cucu pertamanya Pak Lek di Singosari

Selama Dikampung Halaman Bagian 1
Wednesday, June 17th, 2009 | Author: acenk

Wah ternyata aku orangnya bener-bener moody, salah satu buktinya adalah cukup lamanya penulis blog dari posting terakhir. Hampir 1 bulan ngga nulis-nulis blog…… Sebenarnya sih pengen nulis tiap hari tapi ada aja halangannya, mulai dari kerjaan mendadak datang, males nulis, sampai bingung mau nulis apa?Pada posting kali ini aku akan melanjutkan cerita dari posting sebelumnya, yaitu apa aja yang aku lakukan selama di kampung halaman.

Agenda selama di kampung halaman ternyata padat juga karena selama 2 hari aku bersama keluarga keliling ke saudara-saudara sampai acara main-main, sampai-sampai istriku hampir pingsan saat melakukan beberapa aktifitas tapi Alhamdulillah setelah dicek kondisi istri dan kandungannya sehat-sehat saja.

Perjalananku dimulai pada hari keesokan harinya dari sesampainya di Malang. Dengan menggunakan mobil Panther sewaan perjalanan aku mulai dengan mengunjungi makan Ibu, Nenek (dari Ibu), Kakek (dari Ibu), Nenek (dari Ayah), dan makan beberapa saudara. Kebetulan makam-makam tersebut saling beredekatan (masih dalam satu komplek pemakaman) sehinga memudahkan untuk mengunjunginya. Malah makan Ibu, Nenek (dari Ibu), dan Kakek (dari Ibu) saling bersebelahan.

Setelah selesai berdoa untuk para arwah almarhum dan almarhumah, perjalanan dilanjutkan untuk isi bensin perut kita-kita yang terdiri dari aku, istriku, adek cewekku, ayahku, dan supir. Tujuan tempat makannya adalah warung nasi pecel. Warung nasi pecel ini sudah ada sejak aku masih kecil dimana warung tersebut sudah dikelola oleh generasi kedua atau anak dari pemilik warung nasi pecel tersebut. Lokasinya terlalu jauh dari komplek pemakaman kurang lebih 500 meter tepatnya di depan lapangan Sampo atau nempel dengan tembok dari SMPN 19 Malang. Karena rasanya yang khas dibanding nasi pecel lain sehingga membuat aku ketagihan terutama istriku yang menjadi kunjungan keduanya di warung nasi pecel tersebut.

Setelah cukup mengisi perut dengan nasi pecel, perjalanan dilanjutkan ke rumah Pak Dhe di daerah Klayatan. Sesampainya rumah Pak Dhe aku dan rombongan menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga Pak Dhe dan juga keluarga Pak Lek yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah Pak Dhe. Setelah kurang lebih 1 jam berada dirumah Pak Dhe dan Pak Lek maka aku minta pamit untuk melanjutkan perjalanan dan anak Pak Dhe yang nomor 2 ikut dalam rombongkanku. Perjalanan pun dilanjutkan menuju kota Tulungangung.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari kota Malang akhirnya aku dan rombongan sampai juga di kota Tulungagung. Agendaku di kota ini adalah silaturahmi dengan keluarga yang masih ada pertalian keluarga dengan Nenek dari Ibuku. Karena sudah cukup lama tidak berkunjung ke rumah keluarga tersebut (aku terakhir kesana adalah 15 tahun yang lalu) sehingga menyebabkan lamanya pencarian rumahnya. Setelah berkeliling-keliling di daerah yang kira-kira menjadi lokasi rumah saudara jauh ini berada selama kurang lebih 1 jam akhirnya kita menemukannya juga rumah dari keluarga tersebut. Waktu 15 tahun ternyata banyak merubah keluarga tersebut mulai dari usia yang semakin renta dan juga cucu-cucu mulai bertambah.

Kurang lebih 1 jam kami dan rombongan beristirahat dan juga saling mengenang urutan-urutan keluarga yang menyambungkan kami. Setelah itu agenda selanjutnya adalah berziarah ke makan orang tua (Bapak dan Ibu) dari Nenek (dari Ibu) atau istilahnya adalah makan dari Buyut aku. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah saudara dengan makan Buyut aku, dengan berkendara hanya memakan waktu 5 menit. Sesampainya di makam Buyut aku ternyata kondisinya banyak berubah dan cukup memprihatinkan sebab makam Buyut laki-laki hampir hilang dan kondisi makam Buyut perempuan sudah pecah-pecah batu nisannya. Selain berdoa di makan para Buyut aku, kami juga berdoa untuk adik dan kakak dari Nenek (dari Ibu) dan juga saya berbincang dengan saudara yang ada di Tulungagung tersebut untuk meruntut silsilah keluarga aku.

Setelah selesai berdoa disemua makam keluarga yang ada kompleks makam tersebut kami pun berpamitan dengan keluarga Tulungagung yang mengantar kami ke makam-makam keluarga. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Kediri, namun mampir dulu ke warung sate kambing langganan kami yang kebetulan ngga jauh dari lokasi makam. Dulunya yang jualan adalah suami dari pemilik sekarang, namun karena sang suami sudah meninggal maka yang meneruskan usaha warung sate adalah istrinya yang tentunya sudah tidak muda lagi (15 tahun yang lalu gitu loh). Racikan yang khas dari warung sate ini adalah ditambahkannya daun jeruk nipis dalam bumbu kecapnya, sehingga menghasilkan aroma yang segar dan gurih. Namun sayang karena pembakarannya kurang bagus hasilnya daging satenya masih terlalu keras sehingga membutuhkan sedikit kerja keras untuk mengunyahnya.

Cukup mengisi perut kami, maka perjalanan dilanjutkan menuju rumah Pak Lek (adek dari Ibu) yang berada di Kota Kediri. Perjalanan dari Tulungagung ke Kediri memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sesampainya di rumah Pak Lek, kamipun langsung istirahat, mandi, dan sholat Maghrib. Setelah selesai aktifitas tersebut tuan rumah sudah menyiapkan hidangan makan malan, sehingga kami pun langsung menghajar hidangan yang telah tersedia.

Selepas sholat Isya’ kami memutuskan untuk berkeliling kota Kediri dan melihat suasana kota Kediri di malam hari. Kami pun menyempatkan untuk membeli oleh-oleh khas Kediri yaitu tahu taqwa. Setelah puas berbelanja oleh-oleh kita lanjutkan nongkrong dipinggir jalan sambil menikmati ronde, yaitu minuman hangat yang berisi aneka macam kudapan. Cukup menghangatkan diri dengan ronde, perjalanan keliling kota dilanjutkan menuju Proliman yaitu sebuah monumen yang berisi gambar-gambar perjalanan dari kota Kediri dari mulai jaman pra sejarah sampai ke jaman modern. Proliman ini menjadi icon kota Kendiri yang baru selalu oleh-oleh tahu. Di Proliman ini tentunya kami melakukan foto-foto dengan suasana malam sehabis hujan dan penerangan dari lampu-lampu yang berwarna kuning semakin indah suasana malam di Proliman.

Makam nenek (kiri), makan Ibu (tengah), makan kakek (kanan)

Makam Nenek (dari Ibu), makan Ibu, dan makam Kakek (dari Ibu)

makan pecel

Nikmatnya makan nasi pecel

makam buyut cowok

Makam Buyut laki-laki (Setro Rejo)

makam buyut cewek

Makam Buyut perempuan (Kasiyem)

mbah peracik sate

Mbah penjual sate kambing meracik bumbu

pembakar sate

Sang pembakar sate kambing

Di toko oleh-oleh Kediri

Berada di toko oleh-oleh untuk nyari tahu taqwa

menikmati ronde

Nikmatnya ronde hangat penggir jalan

gerobak ronde

Gerobak penjual ronde

Suasana Proliman Kediri saat malam

Suasana Proliman diwaktu malam

Foto di Proliman Kediri

Foto bersama tentunya di depan Proliman